BatikWastra

Ragam Batik di Kampung Batik Tulis Ciwaringin

posted by Rika Isvandiary Februari 18, 2017 0 comments
Gapura Blok Kampung Batik Ciwaringin

Gapura Blok Kampung Batik Ciwaringin

Perjalanan kami di Kampung Batik Tulis Ciwaringin masih terus berlanjut. Tak hanya menggali lebih dalam tentang produksi batik tulis warna alam—yang menghasilkan warna-warni pastel—kami juga berdiskusi dengan para pembatik mengenai motif-motif batik yang biasa diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Seperti juga daerah produsen batik lainnya, Kampung Batik Tulis Ciwaringin juga memberikan ruang yang luas pada berbagai budaya luar untuk masuk dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat setempat. Tak heran jika batik tulis yang diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin dipengaruhi motif batik dari daerah lain.

Pengaruh Indramayu, Cirebon dan Lasem pada Batik Ciwaringin

Posisi strategis Kampung Batik Tulis Ciwaringin yang terletak antara Indramayu dan Cirebon, rupanya berpengaruh juga pada perpaduan budaya yang terjadi, tidak terkecuali pada Batik Ciwaringin. Sebagai sebuah produk budaya non benda, Batik pastilah “tak bisa” bohong akan asimilasi dan akultrasi yang terjadi di Ciwaringin selama bertahun-tahun. Tidak mengherankan, jika Batik Ciwaringin memiliki “rasa” Indramayu dan Cirebon. Tak jarang pula ditemukan motif laseman diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin.

Lihat saja motif batik Mega Mendung yang banyak diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Motif batik Mega Mendung adalah motif Cirebon, bukan motif khas Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Ada juga motif batik Angkin yang memiliki kesamaan dengan motif batik Banji Tepak di Indramayu. Motif ini sendiri bukan motif batik asli Ciwaringin sehingga besar kemungkinan Motif Angkin dipengaruhi dan berkaitan erat dengan motif Banji Tepak yang berasal dari Indramayu. Motif Banji berupa ornamen swastika yang saling terkunci. Berasal dari kata Ban (sepuluh) dan dzi (beribu perlambang murah rezeki), Banji menjadi perlambangan dari kesuburan dan keragaman. Motif ini dahulu digunakan untuk kotak perhiasan, yang oleh masyarakat Indramayu disebut Banji Tepak.

Batik Tulis Motif Mega Mendung Hokokai. Beli di sini.

Batik Tulis Motif Angkin Ayam Jago. Beli di sini.

Selain pengaruh Indramayu dan Cirebon, pengaruh Lasem juga terasa sangat kuat. Misalnya dengan mudah bisa kita temukan motif merak dengan ekor yang besar dan menjulang tinggi seperti motif batik di Lasem. Ada juga motif batik yang menggambarkan ragam hias tanaman seperti motif batik latohan atau sekar asem di Lasem. Bahkan motif sakral dan legendaris sekelas motif batik Tiga Negeri—yang menggunakan warna merah, sogan dan biru—juga diproduksi di Kampung Batik tulis Ciwaringin.

Tampaknya Kampung Batik Tulis Ciwaringin juga tak bisa melepaskan dirinya dari pesona batik Madura. Beberapa motif batik dan warna khas Madura pun ditemukan di Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Ada batik tulis motif Bang Biron Dlorong dengan warna merah (bang) dan biru (biron) khas Madura yang memuat garis-garis diagonal dengan bunga-bunga bermekaran.

Batik Tulis Bang Biron Ciwaringin Motif Dlorong. Beli di sini.

Ragam Hias Batik di Kampung Batik Tulis Ciwaringin

Meski terpengaruh dengan motif batik dari berbagai daerah, namun Kampung Batik Tulis Ciwaringin juga memiliki motif batik tersendiri. Sebut saja batik tulis motif Tebu Sekeret. Sesuai dengan namanya Motif Batik Tebu Sekeret menggambarkan tebu yang sudah dipotong dengan dua garis yang ada di tengahnya. Selanjutnya Motif Tebu Sekeret ini banyak mengalami modifikasi sehingga dalam beberapa kain batik karya pembatik di Kampung Batik Tulis Ciwaringin, dua garis yang ada di tengah tidak harus selalu berbentuk lurus.

Batik Tulis Ciwaringin Motif Tebu Sekeret. Beli di sini.

Selain batik tulis motif Tebu Sekeret, ada juga batik tulis motif Kapal Kandas. Sepintas dari namanya, motif batik ini memang memiliki kesamaan nama dengan batik tulis motif Kapal Kandas yang ada di Indramayu, namun secara ragam hias tampak jauh berbeda. Batik Tulis Kapal Kandas versi Ciwaringin lebih banyak memuat bentuk segitiga besar yang menyerupai daun. Motif Batik Kapal Kandas sendiri konon terinspirasi dari kapal-kapal nelayan yang sering tenggelam di laut lepas.

Batik Tulis Ciwaringin Motif Kapal Kandas. Beli di sini.

Motif Sapu Jagat juga merupakan motif batik yang banyak diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Batik Tulis Ciwaringin Motif Sapu jangat mirip sekali dengan Batik Motif Sekar Jagat di daerah Jogja dan Jawa Tengah. Motif Sekar Jagad memiliki pola geometris berbentuk ceplok yang berulang dan biasanya berisi bermacam bunga. Terkadang bentuk ceplok pada motif Sekar Jagad terlihat seperti peta dunia. Hal ini menggambarkan pesan yang terkandung dalam motif Sekar Jagad berupa keragaman dan harmoni dunia. Menurut pembatik dari Ciwaringin, Batik Tulis Sapu Jagat ini terinspirasi oleh doa sapu jagat yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan. Motif Sapu Jagat bisa dibilang motif yang komplit sebab terdiri dari berbagai ragam hias dalam satu kain.

Batik Tulis Ciwaringin Motif Sapu Jagat. Beli di sini.

Selanjutnya ada batik tulis motif Yusupan. Tak ada yang tahu persis mengapa motif ini dinamakan Motif Batik Yusupan. Sebagian pembatik di Ciwaringin percaya, motif batik ini pertama kali dibuat oleh orang yang bernama Yusuf. Kemungkinan motif ini adalah hasil karya dari salah satu santri di Desa Ciwaringin.

Batik Tulis Ciwaringin Motif Yusupan. Beli di sini.

Berbagai motif batik yang diproduksi di Kampung Batik Tulis Ciwaringin memang memiliki cerita dan sejarahnya sendiri. Selayaknya karya tangan manusia, batik tak mampu terpisah dari pertautan antara kisah dan rasa. Maka Batik Tulis Ciwaringin pun menjadi begitu istimewa karena merangkum juga harapan dan doa dari para pembuatnya.


Referensi

Kudiya, Komarudin, dkk, Batik Pantura Urat Nadi Penjaga Tradisi: Ragam dan Warna Batik Pesisir Utara Jawa Barat, (Jawa Barat: Yayasan Batik Jawa Barat dan Bank Rakyat Indonesia, 2016)

You may also like

Leave a Comment