Wawasan

Gempita Hari Belanja Online Nasional

posted by Rika Isvandiary Desember 8, 2016 0 comments
Harbolnas 1212

Harbolnas 121216 @ Kainusa.ID

Desember datang! Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, Desember selalu istimewa. Liburan panjang, bonus akhir tahun, diskon besar-besaran dan bersiap menyambut tahun yang baru seakan menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai pusat perbelanjaan diramaikan dengan midnight sale, tidak tanggung-tanggung, beberapa produk tertentu bahkan mendapat potongan harga sebesar 90%. Fantastis. Tidak mengherankan, jika setiap bulan Desember, mall-mall di kota besar dipadati pengunjung.

Seiring berkembangnya teknologi dan “booming” online shop, perilaku konsumen pun mengalami perubahan. Jika dahulu untuk membeli beragam produk harus pergi ke toko dan supermarket, kini semua kebutuhan sehari-hari bisa dengan mudah didapatkan di toko online. Apalagi semenjak istilah marketplace membumi di kalangan kaum urban. Hanya dengan menyentuh layar touchscreen, konsumen bisa berhadapan langsung dengan penjual yang menyajikan beragam pilihan. Alhasil sejak beberapa tahun lalu, gempita bulan Desember tidak hanya dirayakan di toko-toko yang ada dalam pusat perbelanjaan, tapi juga di toko virtual yang bisa dengan mudah diakses melalui internet. Hari Belanja Nasional—atau lebih sering disebut Harbolnas—pun resmi dihelat setiap tanggal 12 Desember (1212).

Sejarah Harbolnas

Mungkin tidak semua orang familiar dengan Harbolnas. Tidak ada salahnya jika kita memukul mundur waktu sejenak, kembali menilik asal-usul Harbolnas. Bermula dari negara Amerika, Kanada, Inggris, Jerman dan Jepang yang membuat perayaan belanja online atau lebih dikenal dengan Cyber Monday—yaitu ketika para penjual memberikan promo dan diskon setelah perayaan Thanksgiving. Cyber Monday sendiri sebenarnya terinspirasi dari Black Friday yang dilaksanakan di hari Jumat setelah hari Thanksgiving. Black Friday ini identik dengan belanja untuk persiapan natal dan tahun baru. Pada hari ini, toko-toko buka lebih lama dan saling bersaing untuk menarik minat pembeli dengan memberikan diskon besar-besaran.

Efek Cyber Monday yang melanda negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang berpengaruh pula pada pasar Indonesia. Tepat pada tanggal 12 Desember 2012 (121212), beberapa e-commerce di Indonesia mengajak masyarakat untuk berbelanja online. Mereka memberikan diskon dan promo spesial khusus pada hari itu. Sukses dengan kampanye belanja online pada 121212, pada 12 Desember 2013 ajakan belanja online kembali digaungkan, kali ini dengan judul yang lebih menarik: Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Sejak saat itulah, Harbolnas dirayakan setiap 12 Desember. Pesatnya perkembangan e-commerce membuat Harbolnas semakin dikenal banyak orang. Menurut penelitian Nielsen yang dilakukan tahun 2015, sebanyak 76% dari pengguna internet di Indonesia mengetahui Harbolnas dan menggunakan kesempatan ini untuk belanja online.

Saatnya Jualan-Saatnya Belanja

Bagaimanapun juga, kesempatan yang hanya datang satu tahun sekali ini begitu ditunggu banyak orang, khususnya mereka yang berkecimpung dalam bisnis online. Bagi para penjual, tentu ini momentum yang sangat bagus untuk menarik minat pembeli. Tidak diragukan lagi, berdasarkan data Harbolnas 2015 yang digelar sejak 10 Desember hingga 12 Desember, transaksi selama Harbolnas tidak kurang dari 2,1 triliun Rupiah (Nielsen, 2015). Tentu ini angka yang tidak sedikit. Menurut Ketua Panitia Harbolnas 2015, Indra Yonathan, trafik pemesanan selama Harbolnas 2015 meningkat 7-10 kali lipat, sedang revenue mengalami kenaikan 1,5-5 kali.

Jika Harbolnas tahun lalu mampu meningkatkan penjualan online, bagaimana dengan tahun ini? Jumlah pengguna internet di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Menurut survey APJI yang dipublikasikan Oktober 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia berjumlah 132,7 juta jiwa dari 265,2 juta jiwa atau 51,8% dari jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, sebanyak 62,2% mengaku sering mengunjungi online shop dan sebanyak 63,5% menyatakan pernah melakukan transaksi online. Bagi para pemilik online shop, ini tentu pasar yang siap digarap.

Tentu peluang ini tidak boleh diabaikan. Menurut analisis data facebook, ini adalah kesempatan terbaik untuk melakukan promo dan menjual produk-produk unggulan. Facebook mencatat perjalanan transaksi online sepanjang 2015. Berkaca pada data yang disajikan oleh Facebook, transaksi online mengalami peningkatan pada bulan Ramadhan 2015, namun setelah Ramadhan, transaksi menurun dan cenderung stagnan. Transaksi online mengalami kenaikan pada 11 November (1111)—merupakan Harbolnas Tiongkok yang berpengaruh pada pasar Indonesia. Kenaikan signifikan terjadi pada 12 Desember 2015 bertepatan dengan perayaan Harbolnas. Uniknya, pasca Harbolnas konsumen masih semangat melakukan transaksi online. Angka transaksi online baru turun pada minggu ketiga bulan Januari 2016. Facebook memprediksi tahun 2016 ini pun tidak akan jauh berbeda.1

Jadi, kalau kamu punya online shop, ini waktunya bersiap-siap memberikan segudang promo dan diskon besar-besaran. Tarik minat pembeli, menangkan hati konsumen. Bagi para pecinta belanja online, ini juga kesempatan yang tak boleh sampai terlewat. Catat dengan baik di agendamu, mulai riset dan mencari informasi tentang produk yang kamu inginkan. Tepat pada tanggal 12 Desember 2016 (12.12.16) luangkan waktumu untuk memburu berbagai produk menarik dengan penawaran dan diskon yang fantastis. Tapi, hati-hati, jangan sampai kalap dan kebablasan ya…. Selamat Harbolnas 2016.


Referensi

[1] Disampaikan pada Road To Harbolnas 2016 – Workshop The Future of E-commerce pada Selasa, 29 November 2016 di Artotel Thamrin, Jakarta

You may also like

Leave a Comment